Translate

Kamis, 10 September 2015

Kisah Seorang Bayi yang Diaborsi

Coba kalian simpulkan kisah ini!

Bulan 1 : Bu, panjangku itu cuma 2 cm, tapi aku udah punya badan bu... Aku sayang ibu, bunyi detak jantung ibu itu jadi musik terindah yang menemaniku di sini.


Bulan 2 : Bu, aku udah bisa ngisep jari imutku lho, di sini hangat bu, nanti kalau aku sudah keluar ibu janji ya mau main sama aku.


Bulan 3 : Bu, meskipun AKU belum tau jenis kelaminku, tapi apapun aku, aku harap ibu dan ayah bahagia kelak ketika aku keluar. Jangan nangis ya bu, kalau ibu nangis di sini aku juga ikut nangis.


Bulan 4 : Bu, rambutku sudah mulai tumbuh lho, ini jadi mainan baruku, aku bisa menggerakan kepalaku putar kiri putar kanan.


Bulan 5 : Bu, Ibu tadi ke dokter ya, dokter bilang apa? Apa itu aborsi Bu? Ku nggak diapa-apain kan Bu?


Bulan 6 : Bu datang ke dokter itu lagi ya? Bu, tolong kasih tau dokter itu, aku di sini baik-baik aja! Tapi kok dokter itu mulai memasukan benda tajam? Benda tajam itu mulai memotong rambutku bu, tolong. Aku takut. Befnda tajam itu mulai memotong kakiku, sakiit Bu. Tapi meskipun aku tidak punya kaki, aku masih punya tangan yang bisa memeluk Ibu..., bu, benda itu sekarang mulai memotong tanganku, IBU tolong aku. Aku janji nggak akan nakal BU. Tapi, meskipun aku tidak punya tangan dan kaki, aku msh punya mata dan telinga untuk melihat senyum Ibu, mendengar suara Ibu, tapi... Benda itu sekarang sudah mulai memotong leherku, Ibu... Ampun bu... Beri aku kesempatan hidup, aku sayang Ibu, aku pengen meluk Ibu.


Bulan 7 : Bu, aku di sini baik-baik aja, aku sudah disamping orang orang soleh di surga, Allah mengembalikan semua organ tubuhku yang dipotong benda tajam itu, Allah memeluku, memegang tanganku, menggendongku dengan lembut dan Allah membisikan tentang apa itu aborsi.
Kenapa IBU tega melakukan itu? Kenapa IBU nggak mau main sama aku? Apa salah aku bu? Ibu taubat yah, biar Allah mau antar Ibu ke sini, nanti kita main bareng-bareng di sini, dan jangan lupa, ajak Ayah juga ya bu.

Rabu, 09 September 2015

Kisah Filsuf dan seorang Pelaut (Jangan Sombong)

Jangan Sombong Atas Kelebihan yang Kamu Punya

Ada seorang filsuf yang menaiki sebuah perahu kecil ke suatu tempat. Karena merasa bosan dalam perahu, kemudian dia pun mencari pelaut untuk berdiskusi.

Filsuf menanyakan kepada pelaut itu: ” Apakah Anda mengerti filosofi?”
“Tidak mengerti.” Jawab pelaut.
“Wahh, sayang sekali, Anda telah kehilangan setengah dari seluruh kehidupan Anda.
Apakah Anda mengerti matematika?” Filsuf tersebut bertanya lagi.
“Tidak mengerti juga.” Jawab pelaut tersebut.
Filsuf itu, menggelengkan kepalanya seraya berkata:
“Sayang sekali, bahkan Anda tidak mengerti akan matematika.
Berarti Anda telah kehilangan lagi setengah dari kehidupan Anda.”

Tiba-tiba ada ombak besar, membuat perahu tersebut terombang-ambing. Ada beberapa tempat telah kemasukan air,
Perahu tersebut akan tenggelam, filsuf tersebut ketakutan. Seketika, pelaut pun bertanya pada filsuf: ” Tuan, apakah Anda bisa berenang?”
Filsuf dengan cepat menggelengkan kepalanya dan berkata: “Saya tidak bisa, cepat tolonglah saya.”
Pelaut menertawakannya dan berkata: “Berenang Anda tidak bisa, apa arti dari kehidupan Anda? Berarti Anda akan kehilangan seluruh kehidupan Anda.”

Semua orang sebenarnya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Bangga atas prestasi itu wajar saja, tetapi jangan sampai membuat diri sendiri menjadi sombong maupun angkuh akan prestasi tersebut. Ingatlah, selalu ada yang lebih pintar dari kita. Dan kita juga masih perlu belajar dari kelebihan orang lain.

Like&share

Kata - kata Tentang Teman Lama / Sahabat

Dulu kita bilang dari "bareng2 terus ya".
Lalu, "Yg penting jadwal kumpul diatur aja".
Jadi, "Yg penting masih bisa ketemu udah syukur".
Sampe akhirnya,
"Mereka apa kabar ya?"
"Udah lama nggak ketemu"
"Kangen mereka yg dulu"

Dulu kalau mau kumpul tinggal kumpul.
Nggak perlu banyak alasan buat ngumpul.
Dan pada akhirnya lama-kelamaan diajakin via group chat,  yg ngerespon sedikit dan makin sedikit. Sampai akhirnya masing2 sibuk sendiri.

Kalau udah kayak gini ya gabisa salahin siapa2. Emang masanya aja yg udah habis dan cuma bisa bilang "sukses bro, see u on top".

~~~

Ada satu titik dimana kita bakal noleh kebelakang. Terus sadar kalau temen temen yg dulu selalu barengan, satu persatu.. H I L A N G.

They are gone!!

Dari yg mau nyapa tinggal nyapa.. Sampe mau chat nanya dulu sibuk apa nggak.

Dari yg ngasal tag tag foto aib..
Sampe mau comment aja ragu karna banyak comment dr temen2 barunya.

Dari yg mau chat enggak perlu ada topik udah seru..
Sampe mau chat sama temen lama harus nunggu sampe ada perlu / ada topik.

Dari yg gamalu minjem duit..
Sampe yg segan hanya sekedar nanya kabar.

Akhirnya?
Cuma berani scroll new feeds temen temen lama. And i'm happy that u are all okay :)

~~~

Jgn pernah ngeremehin secuil rasa kangen!!

Kalau ada yg ngajakin kumpul usahain kumpul walau lagi ga kangen bgt atau lg males!!

Jangan nunggu susah-seneng-bareng sampe susah-ngumpul-bareng.
Who know it's ur last? Or their last?

Masa2 kita bener2 bikin effort buat ketemuan.
Bukan hanya sekedar waktu luangnya doang.

~~~

Temen emang bakal datang dan pergi
tetapi teman sejati akan menemanimu hingga rambut memutih. :)

Menceritakan kisah-kisah masa pertemanan dengan anak cucu bersama.

Menjalani jatuh bangunnya dan suka dukanya hidup bareng-bareng.

Kalian itu temen temen terbangke, terkampret, tergila, terbangsat yang pernah gua miliki. Tapi gua bangga sama kalian!!
We can do it again?